Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 April 2025

Selasa, 18 Februari 2025

MENGGAMBAR TEKNIK DENGAN VISIO

Microsoft mempunyai aplikasi/program yang multifungsi mulai untuk membuat flowchart, gambar denah, peta, hingga gambar teknik yaitu Microsoft Visio
Disini saya akan menjelaskan bagaimana membuat eticket gambar teknik menggunakan Visio.

Buka Program Visio

Kemudian klik New, dan pilih Basic Electrical

Klik Fundamental Item, klik Visio Extras, dan klik Title Blocks.

Kemudian klik Design untuk mengatur ukuran kerta dan posisi kertas.
Pilih Zones-4 tahan dan seret ke lembar kerja.
Kemudian pilih Contin,sheet small (eticket).
Isikan eticket gambar sesuai dengan kebutuhan.
Didalam eticket gambar terdapat beberapa kolom seperti, judul gambar, ukuran kertas, nomer gambar, halaman, dan lain-lain.
Berikut contoh gambar teknik dengan eticket :










Senin, 29 Januari 2018

Belajar Software FluidSim

Mungkin saya tertinggal, karna baru update lagi. Ternyata ada Software FluidSim untuk menggambar rangkaian listrik. Software ini lebih banyak untuk gambar dan simulasi pneumatic dan listrik, kurang untuk wiring elektro atau arus lemah.

berikut tampilan software fluidsim :
Software ini sangat berguna untuk anak sekolah yang ingin mendalami pneumatic, dengan software ini gambar dapat langsung disimulasikan sehingga dapat mengetahui apakah gamabar yang dibuat berfungsi dengan baik.

Rabu, 20 Mei 2015

Rambu Dan Peringatan Keselamatan Kerja

Berikut gambar rambu-rambu dan peringatan keselamatan kerja.
 Biasanya gambar rambu-rambu keselamatan dan peringatan keselamatan kerja berupa stiker yang di tempel di tempat kerja. 








Sabtu, 09 Agustus 2014

Pengetahuan Dasar Lift 1 (lanjut)

Motor Traksi Ditinjau Dari Sistem Kontrol

  1.  AC - Single Speed
  2. Menggunakan satu gulungan motor yang akan menghasilkan satu kecepatan dan pada kontrolnya tidak dilengkapi inverter untuk mengatur kecepatan pada saat perceatan maupun perlambatan. Sistem kontrol semacam ini biasanya dipergunakan untuk lift-lift barang yang berkecepatan rendah.
  3.  AC - Two Speed
  4. Motor penggerak jenis ini menggunakan dua gulungan motor kecepatan rendah dan kompunen kecepatan sedang. Kontrol lift type ini mengatur kecepatan lift pada saat percepatan maupun perlambatan denga merubah kecepatan lift dari kecepatan sedang ke kecepatan rendah atau sebaliknya. Jenis lift semacam ini sudah jarang dijumpai pada lift-lift baru kecuali untuk lift barang dan lift service.
  5.  AC - Variable Voltage (ACVV)
  6. Kontrol lift type ACVV yaitu sistem kontrol dengan mengubah-ubah voltage pada controler sehingga dapat menghaslkan percepatan dan perlambatan yag cukup halus.
  7.  AC - Variable Voltage Variable Frekuensi (ACVVVF)
  8. Jenis kontrol ini yang paling mutakhir dimana penggerakkan kereta lift dapat dikontrol sedemikian rupa dengan cara merubah voltage dan frekuensinya sehingga dapat menghasilkan percepatan maupun perlambatan lift yang benar-benar smooth serta dengan pemberhentian yang akurat.

Rabu, 23 April 2014

Pengetahuan Dasar Lift 1

Definisi Lift adalah pesawat pengangkut manusia atau barang yang digerakkan dengan tenaga baik melalui transmisi tarikan langsung (tanpa atau dengan roda gigi) maupun transmisi sistem hidrolik dengan gerakkan vertikal naik dan turun.
  • Transmisi Tarikkan Langsung (Motor Traksi) : menggunakan penggerak motor traksi. Mesin oenggerak yang terdiri dari motor AC maupun DC yang dihubungkan dengan gear box (speed reducer) dilengkapi dengan rem, pulley (main sheave) serta membentuk suatu bagian yang kompak.
  • Nama-nama komponen utama lift

Motor Traksi Ditinjau Dari Sistem Roping :
  1. Overhead Type one-to-one single wrap : artinya 1:1 yaitu kecepatan putaran mesin lift sebanding dengan kecepatan kereta/sangkar.

Sabtu, 22 Maret 2014

Software Untuk Menghitung Arus Dalam Jaringan

Elplek calculates all currents in a network in the case of different faults
(three phase fault, line to line fault, line to earth fault, line to line to earth fault).

The initial short circuit currents Ik" can be calculated either using the
superposition method, or according to the IEC 60909 standard ( IEC with some
minor limitations.

The steady state current Ik is not calculated, for example.) The pre fault state for the superposition method can be taken from a load flow calculation, or from a straightforward solution of the network.

If the initial state is calculated with the superposition method, then the currents are calculated as a function of time after the occurrence of the
fault. In addition, the activation of protection relays is displayed.


Sabtu, 25 Mei 2013

RUGI TEGANGAN DALAM KAWAT PENGHANTAR (Konduktor)

Yang dimaksud dengan Rugi Tegangan didalam suatu penghantar (konduktor) ialah tegangan yang hilang atau tegangan yang tidak dapat dimanfaatkan. Hal ini disebabkan karena adanya arus listrik ( I ) ampere yang mengalir melalui penghantar ( konduktor ), sedangkan penghantar itu sendiri mempunyai tahanan listrik sebesar ( R ) Ohm.
Gambar dibawah menunjukkan alat-alat Listrik (pemakai listrik) menerima energy dari pusat tegangan listrik (sentral listrik) melalui saluran/penghantar listrik :


Jika besarnya tegangan yang terdapat pada gardu trafo cabang diberi tanda  dan besarnya tegangan pada pemakai . Dimana tegangan . Beda antara kedua tegangan tadi disebut rugi tegangan kawat penghantar. Besarnya rugi tegangan ini dapat dihitung :
Bila dinyatakan dalam persen :

Menentukan Luas Penampang Kawat Penghantar (konduktor)

Untuk menghitung dan menentukan besarnya luas penampang kawat penghatar (konduktor) atau kabel yang dialiri listrik, secara teliti dan sempurna perhitungan ini dapat ditinjau dari segi teknik dan ekonomi.
Pada umumnya pengisian arus listrik kedalam kawat penghantar atau jala-jala ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
  1. Pengisian dari satu sisi atau satu jurusan
  2.  Pengisian dari dua sisi (jurusan) dimana antara dua tempat itu terdapat adanya perbedaan tegangan.

Besarnya arus listrik yag mengalir didalam kawat penghantar harus sesuai dengan luas kawat. Di dalam praktek perhitungan untuk luas penampang pada umumnya dibulatkan ke atas untuk keamanan dan mencegah terjadinya bahaya kebakaran.

Pengisian kawat dari satu sisi/jurusan.
Gambar dibawah ini menunjukkan sebuah kawat penghantar yang diisi dari satu sisi/jurusan (lihat gambar dengan tanda E).

Untuk memudahkan penjelasan maka gambar diatas dapat disederhanakan seperti tampak pada gambar dibawah ini :

Misalkan tekanan/tegangan pada titik D = 
Tegangan yang masuk pada titik A = 
Maka kerugian tegangan pada jala-jala tersebut :

Menurut hukum Ohm :
         
Karena :


Hasil perkalian antara kuat arus dan panjang kawat penghantar ( I . l ) dinamakan Momen Aliran.
Persamaan momen aliran dapat ditulis dengan rumus :


Biasanya kabel itu terbuat dari tembaga maka harga  ini dapat diganti dengan angka 0,0175 sehingga rumus di atas dapat diubah menjadi :

atau              

Rabu, 03 Oktober 2012

PENGENDALIAN MESIN LISTRIK


  • Sistem Pengendalian

Dalam sistem kelistrikan dikenal dua buah istilah yaitu sistem pengendalian dan sistem pengaturan. Sistem pengendalian yang akan dibahas adalah yang menggunakan perangkat kontaktor dan alat kendali, seperti sakelar ON, sakelar OFF, timer, dan sebagainya.
Dalam sistem pengendalian ada dua bagian yaitu yang disebut rangkaian kontrol (DC 24 V) dan sistem daya (AC 230 V).
Dalam pengaturan sistem dikenal pengaturan loop terbuka dan loop tertutup dengan feedback. Sistem pengaturan loop tertutup, terdapat umpan balik yang menghasilkan masukkan dengan hasil keluaran. Sehingga hasil akhir keluaran akan selalu dikoreksi sehingga hasilnya selalu mendekati dengan besaran yang diinginkan.


  • Komponen sistem pengendalian

Dalam sistem pengendalian ada dua kelompok komponen listrik yang dipakai, yaitu komponen kontrol dan komponen daya. Yang termasuk komponen kontrol diantaranya : sakelar ON, sakelar OFF, Relay Overload, dan Relay. Komponen daya diantaranya kontaktor, kabel daya, sekering, atau circuit breaker.

Minggu, 09 September 2012

RANGKAIAN LISTRIK (lanjut)

2. Tegangan

Tegangan (voltage), atau sering disebut sebagai "beda potensial", adalah kerja yang dilakukan untuk menggerakkan muatan sebesar satu Coulomb dari satu terminal ke terminal lainnya. Atau, dengan kata lain, jika suatu muatan sebesar satu Coulomb digerakkan atau dipindahkan, maka akan terdapat beda potensial pada kedua terminalnya.

Kerja yang dilakukan sebenarnya adalah energi yang dikeluarkan. Jadi, berdasarkan pengertian diatas, tegangan adalah energi persatuan muatan.
Satuannya : Volt (V)

Gambar : Beda potensial antara 2 terminal A-B
Pada gambar diatas, terminal A mempunyai beda potensial lebih tinggi daripada potensial di terminal B. Ada dua buah istilah yang sering dipakai pada Rangkaian Listrik, yaitu :

Jumat, 07 September 2012

RANGKAIAN LISTRIK

Rangkaian Listrik merupakan dasar dari teori rangkaian pada Teknik Elektro yang menjadi basis bagi ilmu-ilmu lainnya seperti elektronika, sistem daya, sistem komputer, mesin, dan teori kontrol.
Rangkaian Listrik  adalah suatu kumpulan elemen atau komponen Listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup.
  1. Elemen Listrik dua terminal :
    • Sumber tegangan
    • Sumber arus
    • Resistor (R)
    • Induktor (L)
    • Kapasitor (C)
  2. Elemen Listrik lebih dari dua terminal
  • Transistor
  • IC
Terminal adalah ujung dari element yang merupakan pangkal untuk koneksi atau hubungan dengan elemen lain. Elemen-elemen listrik pada Rangkaian Listrik dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu elemen aktif dan elemen pasif.

Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi, dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber arus. Elemen pasif adalah elemen yang tidak dapat menghasilkan energi. Elemen pasif dapat dikelompokkan menjadi elemen yang hanya dapat menyerap energi, contohnya terdapat pada resistor/tahanan/hambatan dengan simbol R, dan elemen pasif yang dapat menyimpan energi yang diklasifikasikan lagi menjadi dua yaitu elemen pasif yang dapat menyimpan energi dalam bentuk magnet yaitu induktor/lilitan/belitan/kumparan. Jadi pengelompokkan elemen listrik dapat di gambarkan seperti gambar dibawah ini :

Senin, 13 Agustus 2012

Artikel Gelombang Harmonik

Sekarang saya akan share artikel ilmu teknik elektro tentang artikel ilmu teknik elektro tentang Gelombang Harmonik. Gelombang harmonik adalah gelombang yang muncul setelah gelombang dasar (initial) dari suatu tegangan Listrik bolak-balik (AC).

Gelombang harmonik ketiga diizinkan maksimal 20% terhadap harmonik/ gelombag dasar.
Bila gelombang harmonik ketiga dan seterusnya melampaui batas 20% maka akan menyebabkan gangguan pada sistem ketenaga listrikkan.
Contoh :
Gelombang dasar 220 V
Daya 6600VA
maka arus yang mengalir : 

Bila ada gelombang harmonik ketiga sebesar 30%,

Selasa, 31 Juli 2012

PERENCANAAN KABEL INSTALASI LISTRIK

  1. Kuat Arus Listrik
  2. Kuat arus listrik merupakan objek yang menjadi pokok permasalahan dalam perancangan kabel instalasi listrik. Untuk menhitung kuat arus listrik yag melewati kabel, perlu dibedakan antara instalasi fase satu dan fase tiga.

    • Instalasi fase satu
    Rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik untuk instalasi fase satu adalah :


    Dimana :
    I = Kuat arus listrik maksimum yang boleh dilewati (ampere)
    P = Daya beban terpasang (watt)
    E = Tegangan terpasang (volt)

    • Instalasi fase tiga
    Rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik untuk instalasi fase tiga adalah :

    Dimana :
    I = Luat arus listrik maksimum yag boleh dilewati (ampere)
    P = Daya beban terpasang (watt)
    E = Tegangan terpasang

    L = Panjang kabel (meter)



  3. Luas Penampang Kabel Instalasi Listrik
  4. Untuk menentukan kabel yang paling cocok digunakan adalah dengan menghitung luas penampang kabel instalasi listrik.
    • Instalasi fase satu

    dimana :
    A = Luas penampang minimum kabel (mm)
    L = Panjang kabel (m)
    I = Kuat arus yang melewati kabel (A)
     (ohm meter)


    • Instalasi fase tiga

    Dimana :

    A = Luas penampang minimum kabel (mm)
    L = Panjang kabel (m)
    I = Kuat arus yang melewati kabel (A)
     (ohm meter)






  5. Peralatan Instalasi
  • Benda isolasi (Isolator) : digunakan untuk menutupi hantaran listrik agar aman.
  • Pipa instalasi : Pipa instalasi dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu pipa baja, pipa PVC, dan pipa fleksibel, masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan sendiri-sendiri.
  • Benda bantu : Ada bayak macam benda bantu yang digunakan dalam instalasi listrik seperti kotak sambung, kotak normal, kotak, sentral, kotak banula, dan kotak rangkaian ganda.
  • Saklar : saklar digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik.
  • Hantaran : hantaran atau kabel menurut fungsinya dapat dibagi menjadi tiga yaitu, Hantaran fase, hantaran netral, hantaran ground/pengaman.